Kamis, 24 Februari 2011

askep stroke

A.Difinisi
Stroke adalah kehilangan fungsi otak secara mendadak yang diakibatkan oleh gangguan supalai darah ke bagian otak. (Brunner & Sudarth, 2000).
Stroke adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya supalai darah kebagian otak. (Brunner & Sudarth, 2002).
Stroke adalah sindrom klinis yang awal timbulnya mendadak, progresif, cepat berupa defisit neurologis vokal atau global yang berlangsung 24 jam atau lebih atau langsung menimbulkan kematian. Semata-mata disebabkan oleh peredaran darah otak non traumatik. (Mansjoer A. Dkk).
Stroke merupakan manifestasi neurologis yang umum yang timbul secara mendadak sebagai akibat adanya gangguan suplai darah ke otak. (Depkes RI 1996).
Stroke adalah manifestasi klinik dari gangguan fungsi serebral baik lokal maupun menyeluruh. (WHO dikutip Harsono).
B.klarifikasi stroke
Stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu: stroke iskemik maupun stroke hemorragik.
Stroke iskemik yaitu tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau keseluruhan terhenti. 80% stroke adalah stroke Iskemik. Stroke iskemik ini dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :
  1. Stroke Trombotik: proses terbentuknya thrombus yang membuat penggumpalan.
  2. Stroke Embolik: Tertutupnya pembuluh arteri oleh bekuan darah.
  3. Hipoperfusion Sistemik: Berkurangnya aliran darah ke seluruh bagian tubuh karena adanya gangguan denyut jantung.
Stroke hemoragik adalah stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak. Hampir 70% kasus stroke hemoragik terjadi pada penderita hipertensi.
Stroke hemoragik ada 2 jenis, yaitu:
  1. Hemoragik Intraserebral: pendarahan yang terjadi didalam jaringan otak.
  2. Hemoragik Subaraknoid: pendarahan yang terjadi pada ruang subaraknoid (ruang sempit antara permukaan otak dan lapisan jaringan yang menutupi otak).
 
C. anatomi fisiologi
1.Anatomi Otak dan Peredaran darah
Otak merupakan suatu alat tubuh yang sangat penting karena merupakan pusat komputer dari semua alat tubuh, bagian dari saraf sentral yang terletak di dalam rongga tengkorak (kranium) yang dibungkus oleh selaput otak yang kuat.
Pada otak besar ditemukan beberapa lobus yaitu :
a. Lobus frontalis adalah bagian dari serebrum yang terletak di depan sulkus sentralis.
b. Lobus parietalis, terdapat di depan sulkus sentralis dan dibelakangi olek karaco oksipitalis.
c. Lobus temporalis, terdapat di bawah lateral dari fisura serebralis dan di depan lobus oksipitalis.
d. Oksipitalis, yang mengisi bagian belakang dari serebrum.
Disamping pembagian dalam lobus dapat juga dibagi menurut fungsi dan banyaknya area. Secara umum korteks serebri dibagi menjadi 4 bagian :
a. Korteks Frontalis
Merupakan area motorik yang bertanggung jawab untuk gerakan-gerakan volunter.
b. Korteks Parietalis
Mempunyai peranan utama pada kegiatan memproses dan mengintergrasi informasi sensorik yang lebih tinggi tingkatnya.
c. Lobus Temporalis
Merupakan area sensorik reseptif untuk impuls pendengaran. Korteks pendengaran primer berfungsi sebagai penerima suara. Korteks asosiasi pendengaran penting untuk memahami bahasa ucap, dan lesi daerah ini (terutama pada sisi dominan) dapat mengakibatkan penurunan hebat kemampuan memahami serta mengerti suatu bahasa serta sulit mengulang kata-kata.
d. Lobus oksipitalis
Mengandung korteks penglihatan primer, menerima informasi penglihatan dan menyadari sensasi warna.
Salah satu ciri khas otak mengendalikan sensorik dan motorik yaitu bahwa setiap hemisfer otak terutama mengurus sisi tubuh kontra lateral. ( Prince, Sylvia Anderson, 1995 :922-923)

2. Sirkulasi Peredaran Darah Otak
Otak memperoleh darah dari dua pembuluh darah besar : karotis atau sirkulasi anterior dan vertebra atau sirkulasi posterior. Masing-masing sistem terlepas dari arkus aorta sebagai pasangan pembuluh : karotis komunis kanan dan kiri dan vetebra kanan dan kiri. Masing-masing karotis membentuk bifurkasi untuk membentuk arteri karotis interna dan eksterna. Arteri vetebra berawal dari arteri subklavia. Vetebra bergabung membentuk arteri basiler, dan selanjutnya memecah untuk membentuk kedua arteri serebral posterior yang mensuplai permukaan otak inferior dan mediana juga bagaian lateral lobus oksipital.
 
3. Fisiologi Otak
Sistem karotis terutama melayani hemisfer otak dan sistem vertebrabasilaris terutama memberi darah bagi batang otak, serebelum dan bagian posterior hemisfer. Aliran darah di otak (ADO) dipengaruhi terutama oleh 3 faktor. Dua yang paling penting adalah tekanan untuk memompa darah dari sistem arteri kapiler ke sistem vena dan tahanan (perifer) pembuluh darah otak. Faktor ketiga adalah faktor darah sendiri yaitu viskositas dan koagulobilitasnya (kemampuan untuk membeku).
Dari faktor pertama, yang penting adalah tekanan darah sistemik (faktor jantung, darah, pembuluh darah dan lain-lain) dan faktor kemampuan khusus pembuluh darah otak (arteriol) untuk menguncup bila tekanan darah sistemik naik dan berdilatasi bila tekanan darah sistemik menurun. Daya akomodasi sistem arteriol otak ini disebut daya otoregulasi pembuluh darah otak yang berfungsi normal bila tekanan sistolik antara 50 – 150 mmHg.
Faktor darah, selain viskositas darah dan daya membekunya, juga diantaranya seperti kadar/tekanan parsial CO2 dan O2 berpengaruh terhadap diameter arteriol. Kadar/tekanan parsial CO2 yang naik, PO2 yang turun, serta suasana jaringan yang asam ( pH rendah ), menyebabkan vasodilatasi, sebaiknya bila tekanan parsial CO2 turun, PO2 naik, atau suasana pH tinggi, maka terjadi vasokontriksi.
Viskositas/kekentalan darah yang tinggi mengurangi ADO. Sedangkan koagulobilitas yang besar juga memudahkan terjadinya trombosis dan aliran darah lambat, akibat ADO yang menurun. .( Harsono, 1996 : 82-83).
C. ETIOLOGI
Stroke hemoragik terjadi bila pembuluh darah di dalam otak pecah. Otak sangat sensitif terhadap perdarahan, dan kerusakan dapat terjadi dengan sangat cepat. Pendarahan di dalam otak dapat mengganggu jaringan otak, sehinga menyebabkan pembengkakan, mengumpul menjadi sebuah massa yang disebut hematoma. Pendarahan juga meningkatkan tekanan pada otak dan menekan tulang tengkorak.
Stroke hemoragik dikelompokkan menurut lokasi pembuluh darah :
  • Intracerebral hemoragik, pendarahan terjadi di dalam otak.
  • Subarachnoid hemoragik, pendarahan di daerah antara otak dan jaringan tipis yang menutupi otak.
Stroke hemoragik paling sering disebabkan oleh tekanan darah tinggi, yang menekankan dinding arteri sampai pecah. Penyebab lain terjadinya stroke hemoragik adalah :
  1. Aneurisma, yang membuat titik lemah dalam dinding arteri, yang akhirnya dapat pecah.
  2. Hubungan abnormal antara arteri dan vena, seperti kelainan arteriovenosa.
  3. Kanker, terutama kanker yang menyebar ke otak dari organ jauh seperti payudara, kulit, dan tiroid.
  4. Cerebral amyloid angiopathy, yang membentuk protein amiloid dalam dinding arteri di otak, yang membuat kemungkinan terjadi stroke lebih besar.
  5. Kondisi atau obat (seperti aspirin atau warfarin).
  6. Overdosis narkoba, seperti kokain.      
   Stroke iskemik yaitu tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau keseluruhan terhenti. 80% stroke adalah stroke Iskemik. Stroke iskemik ini dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :

1. Stroke Trombotik: proses terbentuknya thrombus yang membuat penggumpalan.
2. Stroke Embolik: Tertutupnya pembuluh arteri oleh bekuan darah.
3. Hipoperfusion Sistemik: Berkurangnya aliran darah ke seluruh bagian tubuh karena adanya gangguan denyut jantung.

D.FATOFISIOLOGI
Jika aliran darah ke setiap bagian otak terhambat karena trombus atau embolus, maka mulai terjadi kekurangan oksigen ke jaringan otak. Kekurangan selama satu menit dapat mengarah pada gajal-gejala yang dapat pulih seperti kehilangan kesadaran. Kekurangan oksigen dalam waktu yang lebih lama dapat menyebabkan nekrosisi mikroskopis neuron-neuron. Area nekrotik kemudian disebut infark.
Kekurangan oksigen pada awalnya mungkin akibat iskemia umum (karena henti jantung atau hipotensi) atau hipoksia karena proses anemia atau kesukaran bernafas. Jika neuron hanya mengalami iskemik dan belum mengalami terjadi nekrosis masih ada peluang untuk menyelamatkannya (Hudak & Gallo, 1996 : 255).
Aterosklerosis dan arteriorsklerosis dapat menimbulkan bermacam-macam manifestasi klinik dengan cara : penyempitan lumen pembuluh darah dan mengakibtkan insufisiensi aliran darah, oklusi mendadak pembuluh darah karena terjadi trombus atau perdarahan aterom, terbentuk trombus yang kemudian terlepas sebagai emboli menyebabkan dinding pembuluh darah menjdai lemah dan terjadi aneurisma yang kemudian dapat robek, pecahnya pembuluh darah inilah yang menyebabkan terjadinya stroke ( Harsono ; 1996 : 87 ).

  
D.Diagnosa
Diagnosa Keperawatan

Menurut Maryllin E Doengoes, diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada klien dengan stroke non haemoragik adalah sebagai berikut:
a. Perubahan perfusi jaringanh serebral berhubungan dengan interupsi aliran darah; gangguan oklusif; vasopasme spasme; edema serebral.
b. Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan keterlibatan neuromuscular, kelemahan,; flaksid/paralysis hipotonik (awal); paralysis spastis.
c. Kerusakan komunikasi verbal dan/atau tertulis berhubungan dengan kerusakan neuromuscular, kehilangan tonus/kontrol otot fasial/oral.
d. Perubahan persepsi sensori berhubungan dengan perubahan persepsi sensori, transmisi, integrasi, stress psikologis.
e. Kurang perawatan diri berhubungan dengan kerusakan neuromuskular, penurunan kekuatan dan ketahanan koordinasi; kerusakan perceptual; nyeri; dan depresi.
f. Gangguan harga diri berhubungan dengan perubahan biofisik, psikososial, perseptual kognitif.
g. Risiko terhadap kerusakan menelan berhubungan dengan kerusakan neuromuscular/kerusakan.
h. Kurang pengetahuan tentang kondisi dan pengobatan.

3 Perencanaan
Perencanaan perawatan didasarkan atas diagnosa keperawatan dan keabutuhan klien pada saat dilaksanakan pengkajian. Dimana rencana perawatan meliputi penetapan prioritas masalah, menentukan tujuan dan menetapkan kriteria hasil yang akan dicapai serta meneruskan rsi keperawatan.

DIAGNOSA KEPERAWATAN : PERUBAHAN PERFUSI JARINGAN SEREBRAL
Dapat dihubungkan : Interupsi aliran darah; vasopasme serebral. edema serebral.
Kemungkinan dibuktikan oleh : Perubahan tingkat kesadaran; kehilangan memori. Perubahan dalam respons motorik /sensori; gelisah. Defisit sensori, bahasa, intelektual dan emosi.Perubahan tanda-tanda vital.
Hasil yang diharapkan : Mempertahankan tingkat kesadaran biasanya/ membaik, fungsi kognitif dan motorik sensori.
Kriteria evluasi pasien : Mendemonstrasikan tanda-tanda vital stabil dan tidak ada tanda-tanda peningkatan TIK.Menunjukkan tidak ada kelanjutan deteorisasi/kekambuhan defisit.

TINDAKAN / INTERVENSI RASIONAL
Mandiri
Tentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan keadaan / penyebab khusus selama koma / penurunan perfusi serebral dan potensial terjadinya peningkatan TIK.




Pantau / catat status neurologis sesering mungkin dan bandingkan dengan keadaan normalnya / standar.





Pantau tanda-tanda vital , seperti catat;
Adanya hipertensi / hipotensi, bendingkan tekanan darah pada kedua lengan.





Frekuensi dan irama jantung; auskultasi adanya murmur.





Catat irama dan pola pernapasan, seperti periode apnea setelah pernapasan hiperventilasi, pernapasan cheynestoke.



Evaluasi pupil, catat ukuran, bentuk, kesamaan dan reaksinya terhadap cahaya.








Kaji fungsi bicara jika klien sadar





Letakkan kepala dengan posisi tegak agak ditinggikan dan dalam posisi anatomis (netral).

Pertahankan keadaan tirah baring; ciptakan lingkungan yang tenang; batasi pengunjung/aktivitas klien sesuai indikasi. Berikan istirahat secara periodik antara aktivitas perawatan, batasi lamanya setiap prosedur.

Cegah terjadinya mengejan saat defekasi, dan pernapasan yang memaksa (batuk terus menerus.

Kaji rigiditas nukal, kedutan, kegelisahan yang meningkatkan peka rangsang dan serangan kejang.


Kolaborasi
Berikan oksigen sesuai indikasi



Berikan obat sesuai indikasi
Antikoagulasi, seperti natrium warfarin (Coumadin); heparin, antitrombosit (ASA); dipiridamol (persentine).




Antifibrolotik, seperti asam aminokaproid (Amicar)



Antihipertensi.







Vasodilatasi perifer, seperti siklandelat (Cyclospasmol); papaverin (Papabid/vasospan); isoksupresin (Vasodilan), Steroid, deksametason (Decadrone).

Fenitoin (dilantin),fenobarbital




Pelunak feses


Persiapan untuk pembedahan, endarterektomi, bypass mikrovaskuler, Pantau pemeriksaan laboraturium sesuai indikasi seperti masa protrombin, kadar dilantin.

Mempengaruhi penetapan intervensi.
Kerusakan / kemunduran tanda / gejala neurologis atau kegagalan memperbaikinya setelah fase awal memerlukan tindakan pembedahan dan/atau klien harus dipindahkan keruang perawatan kritis (ICU) untuk melakukan pemantauan terhadap peningkatan TIK.

Mengetahui kecenderungan tingkat kesadaran dan potensial peningkatan TIK dan mengetahui lokasi, luas dan kemajuan / resolusi kerusakan SSP Dapat menunjukkan TIA yang merupakan tanda terjadinya trombosis CVS baru.

Variasi mungkin terjadi oleh karena tekanan / trauma serebral pada daerah vasomotor otak.
Hipertensi atau hipotensi postural dapat menjadi faktor pencetus. Peningkatan TIK terjadi ( karena edema, adanya formasi bekuan darah ).


Perubahan irama terutama bradikardi dapat terjadi karena kerusakan otak.
Disritmia dan murmur mungkin dapat menggambarkan penyakit jantung yang jadi pencetus CSV (stroke setelah IM atau penyakit katup).

Napas tidak teratur memberikan gambaran lokasi kerusakan serebral / peningkatan TIK dan kebutuhan untuk intervensi selaanjutnya termasuk kemungkinan perlu dukungan terhadap pernapasan

Reaksi pupil diatur oleh saraf kranial III dan berguna dalam menentukan apakah batang otak tersebut masih baik. Ukuran dan kesamaan pupil ditentukan oleh keseimbangan antara pernapasan simpatis dan parasimpatis. Respon terhadap refleks cahaya mengkombinasikan fungsi dari saraf kranial II dan III.

Perubahan isi kognitif dan bicara merupakan indikator dari lokasi/derajat dari gangguan serebral dan mungkin mengindikasikan penurunan/ peningkatan TIK.

Menurunkan tekanan arteri dengan meningkatkan drainase dan meningkatkan sirkulasi /perfusi serebral.

Aktivitas / stimulus yang kuntinyu dapat meningkatkan TIK. Istirahat total dan ketenangan mungkin diperlukan untuk pencegahan terhadap perdarahan dalam kasus stroke.


Manuver valsava dapat meningkatkan TIK dan memperbesar risiko terjadinya perdarahan.

Merupakan indikasi adanya iritasi meningeal. Kejang dapat mencerminkan adanya peningkatan TIK trauma serebral yang memerlukan perhatian dan intervensi selanjutnya.

Menurunkan hipoksia yang dapat menyebabkan vasodilatasi
Serebral dan tekanan meningkat/ terbentuknya edema.
Dapat digunakan untuk meningkatkan/ memperbaiki aliran darah serebral dan selanjutnya dapat mencegah pembekuan saat embolus/trombus merupakan faktor masalahnya. Merupakan kontraindikasi pada klien dengan hipertensi sebagai akibat dari peningkatan risiko perdarahan.

Penggunaan dengan hati-hati dalam perdarahan untuk cegah lisis bekuann yang terbentuk dan perdarahan berulang yang serupa.

Hipertensi lama/kronis memerlukan penanganan yang berlebihan meningkatkan risiko terjadinya perluasan kerusakan jaringan. Hipertensi sementara seringkali terjadi selama fase stroke akut dan penanggulangannya seringkali tanpa intervensi terapeutik

Digunakan untuk memperbaiki sirkulasi kolateral atau menurunkan vasospasme menggunakannya kontroversial dalam mengendalikan edema serebral.


Dapat digunakan untuk mengontrol kejang dan/atau untuk aktivis sedative. Catatan: fenobarbital memperkuat kerja dari antiepilepsi.

Mencegah proses mengejan selama defekasi.

Mungkin bermanfaat untuk mengatasi situasi. Memberikan informasi tentang keefektifan pengobatan/kadar terapeutik.

DIAGNOSA KEPERAWATAN : MOBILITAS FISIK, KERUSAKAN

Dapat dihubungkan dengan : Keterlibatan neuromuscular; kelema han, parestesia; flaksid,/paralysis hipotonik (awal) ; paralysis spastis.
Kerusakan perseptual / kognitif.
Kemungkinan dibuktikan oleh : Ketidakmampuan bergerak dengan tujuan dalam lingkungan fisik; kerusakan koordinasi; keterbatasan rentang gerak; penurunan kekuatan / control otot.
Hasil yang diharapkan/ : Mempertahankan posisi optimal dari fungsi yang dibuktikan oleh tidak adanya kontraktur, footdrop.
Kriteria evaluasi pasien : Mempertahankan/meningkatkan kekuatan dan fungsi bagian tubuh yang terkena atau kompensasi
Mendemonstrasikan teknik/perilaku
yang memungkinkan melakukan aktivitas.
Mempertahankan integritas kulit.

TINDAKAN / INTERVENSI RASIONAL
Mandiri
Kaji kemampuan secara fungsional/luasnya kerusakan awal dan dengan cara yang teratur. Klasifikasikan dengan skala



Ubah posisi minimal setiap 2 jam (telentang, miring) dan jika memungkinkan bisa lebih sering jika diletakkan dalam posisi bagian yang terganggu.


Letakkan pada posisi telungkup satu / dua kali sehari jika klien dapat mentoleransinya.



Mulailah melakukan latihan rentang aktif dan pasif pada semua ekstrimitas saat masuk. Anjurkan melakukan latihan seperti latihan quadrisep/gluteal, meremas bola karet, melebarkan jari-jari dan kaki/telapak.



Sokong ekstrimitas dalam posisi fungsionalnya, guanakan papan kaki (footboard) selama periode paralysis flaksid. Pertahankan posisi kepala netral.




Gunakan penyangga lengan ketika posisi pasien berada dalam posisi tegak,sesuai indikasi


Evaluasi penggunaan dari / kebutuhan alat Bantu untuk pengaturan posisi dan / atau pembalut selama periode paralysis spastic.
Tempatkan bantal dibawah aksila untuk melakukan abduksi pada tangan.

Tinggikan tangan dan kepala



Tempatkan “handroll” keras pada telapak tangan dengan jari-jaridan ibu jari saling berhadapan.



Posisi lutut dan panggul dalam posisi ekstensi.

Observasi daerah yang terkena termasuk warna, edema, atau tanda lain dari gangguan sirkulasi.
Susun tujuan dengan klien / orang terdekat untuk berpartisipasi dalam aktivitas/latihan dean mengubah posisi.
Anjurkan klien untuk membantu pergerakan dan latihan dengan menggunakan ekstrimitas yang tidak sakit untuk menyokong/menggerakkan daerah tubuh yang mengalami kelemahan.


Kolaborasi
Berikan tempat tidur dengan matras bulat (seperti egg crate mattres), tempat tidur air, alat flotasi, atau tempat tidur khusus (seperti tempat tidur kinetic) sesuai indikasi.

Konsultasikan dengan ahli fisioterapi secara aktif, latihan resistif, dan ambulasi pasien.



Berikan obat relaksan otot, antispasmodic sesuai indikasi, seperti baklofen, dantrolen.
Mengidentifikasi kekuatan /kelemahan dan dapat memberikan informasi mengenai pemulihan terhadap intervensi,sebab teknik yang berbeda digunakan untuk paralysis spastic dengan flaksid

Menurunkan risiko terjadinya trauma / iskemia jaringan. Daerah yang terkena mengalami perburukan/sirkulasi yang lebih jelek dan menurunkan sirkulasi dan lebih besar menimbulkan kerusakan pada kulit/dekubitus.

Membantu mempertahankan ekstensi pinggul fungsional; tetapi kemungkinan akan meningkatkan ansietas terutama mengenai kemampuan klien untuk bernapas.

Meminimalkan atrofi otot, meningkatkan sirkulasi, membantu mencegah kontraktur. Menurunkan risiko terjadinya hiperkalsiuria dan osteoporosis jika masalah utamanya adalah perdarahan. Catatan: stimulasi yang berlebihan dapat menjadi pencetus adanya perdarahan berulang..

Mencegah kontraktur / footdrop dan memfasilitasi kegunaan jika berfungsi kembali. Paralisis flaksid dapat mengganggu kemampuannya untuk menyangga kepala, dilain pihak paralysis spastic dapat mengarah pada deviasi kepala kesalah satu sisi.

Selama paralysis flaksid, penggunaannya dapat menurunkan risiko terjadinya subloksasio lengan dan “sindrom bahu-lengan”.

Kontraktur fleksi dapat terjadi akibat dari otot fleksor lebih kuat dibandingkan otot ekstensor.

Mencegah adduksi bahu dan fleksi siku.


Meningkatkan aliran balik vena dan membantu mencegah terbentuknya edema.

Alas/dasar yang keras menurunkan stimulasi fleksi jari-jari, mempertahankan jari dan ibu jari pada posisi normal (posisi anatomis).


Mempertahankan posisi fungsional.


Jaringan yang mengalami edema lebih mudah mengalami trauma dan penyembuhannya lambat.
Meningkatkan harapan terhadap perkembangan / peningkatan dan memberikan perasaan kontrol/kemandirian.
Dapat berespon dengan baik jika daerah yang sakit tidak menjadi lebih terganggu dan memerlukan dorongan serta latihan aktif untuk “menyatukan kembali”sebagai bagian dari tubuhnya sendiri.


Meningkatkan distribusi merata berat badan yang menurunkan tekanan pada tulang-tulang tertentu dan membantu untuk mencegah kerusakan kulit/terbentuknya dekubitus.

Program yang khusus dapat dikembangkan untuk menemukan kebutuhan yang berarti / menjaga kekurangan tersebut dalam keseimbangan, koordinasi, dan kekuatan.

Mungkin diperlukan untuk menghilangkan spastisitas pada ekstrimitas yang terganggu.

DIAGNOSA KEPERAWATAN : KOMUNIKASI, KERUSAKAN VERBAL, DAN/ATAU (TERTULIS)

Dapat dihubungkan dengan : Kerusakan sirkulasi serebral; kerusakan neuromuskular, kehilangan tonus / kontrol otot fasial / oral; kelemahan / kelelahan umum.
Kemungkinan dibuktikan oleh : Kerusakan artikulasi; tidak dapat bicara (disartria).
Ketidakmampuan untuk bicara, menemukan dan menyebutkan kata-kata, mengidentifikasi objek; ketidakmampuan untuk memahami bahasa yang tertulis / ucapan.
Ketidakmampuan untuk menghasilkan komunikasi tertulis.
Hasil yang diharapkan /
Kriteria Evaluasi pasien : Mengindikasikan pemahaman tentang masalah komunikasi.
Membuat metode komunikasi dimana kebutuhan dapat diekspresikan.
Menggunakan sumber-sumber dengan tepat.


TINDAKAN / INTERVENSI RASIONAL
Mandiri
Kaji tipe/derajat disfunsi,seperti pasien tidak tampak memahami kata-kata atau mengalami kesulitan berbicara atau membuat pengertian sendiri








Bedakan antara afasia dengan disartria















Perhatikan kesalahan dalam komunikaasi dan berikan umpan balik.









Mintalah klien untuk mengikuti perintah sederhana (seperti “buka mata”, “tunjuk kepintu”) ulangi dengan kata/kalimat yang sederhana.

Tunjukkan objek dan minta klien untuk menyebutkan nama benda tersebut.



Mintalah klien untuk mengucapkan suara sederhana seperti “sh” atau “pus”.





Mintalah klien menulis nama/kalimat pendek, jika dapat menulis, mintalah klien untuk membaca kalimat yang pendek.


Tempatkan tanda pemberitahuan pada ruang perawat dan ruang klien tentang adanya gangguan bicara. Berikan bel khusus jika perlu.




Berikan metode komunikasi alternative, seperti menulis dipapan tulis, gambar. Berikan petunjuk visual (gerakan tangan, gambar-gambar, daftar kebutuhan, demonstrasi).

Antisipasi dan penuhi kebutuhan klien



Katakan secara langsung dengan klien, bicara perlahan, dan dengan tenang. Gunakan pertanyaan terbuka dengan jawaban “ya/tidak”, selanjutnya kembangkan pada pertanyaan yang lebih kompleks sesuai dengan respon klien.


Bicaralah dengan nada normal dan hindari percakapan yang cepat. Berikan pasien jarak waktu untuk berespon. Bicaralah tanpa tekanan terhadap sebuah respon.




Anjurkan pengunjung /orang terdekat mempertahankan usahanya untuk berkomunikasi dengan klien, seperti mambaca surat, diskusi tentang hal-hal yang terjadi pada keluarga.

Diskusikaan mengenai hal-hal yang dikenal klien, seperti pekerjaan, keluarga, dan hobbi (kesenangan).
Hargai kemampuan klien sebelum terjadi penyakit; hindari “pembicaraan yang merendahkan” pada klien atau membuat hal-hal yang menentang kebanggaan klien .


Kolaborasi
Konsultasi dengan / rujuk pada ahli terapi wicara.



Membantau menentukan daerah dan derajat kerusakan serebral yang terjadi dan kesulitan pasien dalam beberapa / seluruh tahap proses komunikasi. klien mungkin mempunyai kesulitan memahami kata yang diucapkan (afasia sensorik/kerusakan area wernick); mengucapkan kata dengan benar (afasia ekspresif/kerusakan area Broca) atau mengalami kerusakan pada kedua daerah tersebut

Interevensi yang dipilih tergantung pada kerusakannya. Afasia adalah gangguan dalam menggunakan dan menginterpretasikan simbol-simbol bahasa dan mungkin melibatkan komponen sensorik. Dan/atau komponen motorik,seperti ketidakmampuan untuk memahami tulisan / ucapan atau menulis kata,membuat tanda, berbicara.Seseorang dengan disartris dapat memahami ,membaca adan menulis tetapi mengalami kesulitan membentuk/mengucapkan kata sehubungan dengan kel;emahan dan paralysis dari otot-otot daerah oral.

klien mungkin kehilangan kemampuan untuk memantau ucapan yang keluar dan tidak menyadari bahwa komunikasi yang diucapkannya tidak nyata.Umpan balik membantu klien merealisasikan kenapa pemberi asuhan tidak mengerti / berespon sesuai dan memberikan kesempatan untuk mengklarifikasi isi / makna yang terkandung dalam ucapannya.

Melakukan penilaian terhadap adanya kerusakan sensorik (afasia sensorik).



Melakukan penilaian terhadap adanya kerusakan motorik (afasia motorik), seperti klien mengenalinya tidak dapat menyebutkannya.

Mengidentifikasi adanya disartria sesuai komponen motorik dan bicara (seperti lidah, gerakan bibir,kontrol napas) yang dapat mempengaruhi artikulasi dan mungkin juga tidak disertai afasia motorik

Menilai kemampuan menulis (agrafia) dan kekurangan dalam membaca yang benar (aleksia) yang juga merupakan bagian dari afasia motorik dan afasia sensorik.

Menghilangkan ansietas klien berhubungan dengan ketidakmampuan untuk berkomunikasi dan perasaan takut bahwa kebutuhan tidak akan terpenuhi dengan segera. Penggunaan bel yang diaktifkan dengan tekanan minimalakan bermanfaat ketika klien tidak dapat menggunakan bel regular.
Memberikan komunikasi tentang kebutuhan berdasarkan keadaan / defisit yang mendasarinya.



Bermanfaat dalam menurunkan frustasi bila tergantung pada oranglain dan tidak dapat berkomunikasi secara berarti.

Menurunkan kebingungan / ansietas selama proses komunikasi dan berespon pada informasi yang lebih banyak pada satu waktu tertentu. Sebagai proses latihan untuk lebih mengembangkan komunikasi dan menstimulasi memori dan meningkatkan asosiasi ide/kata.

klien. tidak perlu merusak pendengaran,dan meninggikan suara , dapat menimbulkan marah klien / menyebabkan kepedihan. Memfokuskan respon dapat mengakibatkan frustasi dan mungkin menyebabkan klien terpaksa untuk bicara “otomatis”, seperti memutar balikkan kata, berbicara kasar/kotor.

Mengurangi isolasi sosial klien dan meningkatkan penciptaan komunikasi yang efektif.



Meningkatkan percakapan yang bermakna dan memberikan kesempatan untuk keterampilan praktis.
Kemampuan klien untuk merasakan harga diri, sebab kemampuan intelektual klien sering kali tetap baik.





Pengkajian secara individual kemampuan bicara, sensori dan kognitif berfungsi untuk mengidentifikasi kekurangan / kebutuhan terapi.

DIAGNOSA KEPERAWATAN : PERUBAHANH PERSEPSI SENSORI

Dapat dihubungkan dengan : Perubahan persepsi sensori, transmisi, integrasi, stress psikologis.
Kemungkinan dibuktikan : Disorientasi terhadap waktu, tempat, dan orang.
Perubahan dalam perilaku, konsentrasi buruk, perubahan dalam ketajaman sensori, ketidakmampuan dalam menyebutkan posisi bagian tubuh.
Perubahan pola komunikasi.
Hasil yang diharapkan : Mempertahankan tingkat kesadaran, mengakui perubahan dalam kemampuan dan adanya keterlibatan residual.
Mendemonstrasikan perilaku untuk kompensasi terhadap defisit hasil.

TINDAKAN / INTERVENSI RASIONAL
Lihat kembali proses patologis kondisi individual


Evaluasi adanya gangguan penglihatan. Dekati klien dari daerah penglihatan yang normal.

Ciptakan lingkungan yang sederhana,pindahkan perabot yang membahayakan ,kaji kesadaran sensorik.

Berikan stimulus terhadap rangsangan sentuhan.




Lindungi klien dari rasa panas yangberlebihan.


Catat tarhadap tidak adanya perhatian pada bagian tubuh.

Hilangkan kebisingan eksternal yang berlebihan sesuai kebutuhan.

Bicara dengan tenang, perlahan dengan menggunakan kalimat pendek. Kesadaran akan daerah yang terkena membantu dalam mengantisipasi defisit spesifik dan perawatan.

Dapat berdampak negatif terhadap kemampuan klien untuk menerima lingkungan.

Pemberian pengenalan terhadap adanya orang dapat membantu masalah persepsi.


Membatasi jumlah stimulus penglihatan yang mungkin dapat menimbulkan kebingungan penurunan kesadaran sensorik berpengaruh buruk terhadap keseimbangan .

Membantu melatih kembali jarak sensorik untuk mengintegrasikan persepsi.

Meningkatkan keamanan klien dan menurunkan resiko terjadi trauma.

Menurunkan ansietas.


Dapat membantu klien dalam berkomunikasi.


DIAGNOSA KEPERAWATAN : KURANG PERAWATAN DIRI

Dapat dihubungkan dengan : Kerusakan neuromuskuler, penurunan kekuatan dan ketahanan, kehilangan kooordinasi otot.
Kerusakan perceptual, nyeri, depresi.
Kemungkinan dibuktikan oleh : Kerusakan kemampuan dalam melakukan ADL.
Hasil yang diharapkan Mendemonstrasikan teknik gaya hidup untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup.
Melakukan aktivitas diri dalam tingkat kemampuan sendiri.
Mengidentifikasi sumber pribadi memberikan bantuan sesuai kebutuhan.

TINDAKAN / INTERVENSI RASIONAL
Kaji kemampuan dan tingkat kekurangan


Hindari melakukan sesuatu untuk klien yangb dapat dilakukan klien sendiri.

Sadari perilaku impulsif karena gangguan dalaam mengambil keputusan.

Berikan umpan balik yang positif untuk setiap usaha yang dilakukan atau keberhasilan.

Gunakan alat bantu pribadi

Kaji kemampuan klien dalam berkomunikasi tentang kebutuhannya.
Identifikasi kebiasaan defekasi sebelumnya.

Kolaborasi
Berikan obat suppositoria dan pelunak feses
Membantu dalam mengantisipasi pemenuhan kebutuhan secara individual.

Menghindari rasa ketergantungan klien terhadap oranglain.

Dapat menunjukkan kebutuhan intervensi dan pengawasan tambahan.

Meningkatkan perasaan makna diri.



klien dapat menangani diri sendiri.

klien tidak dapat mengatakan kebutuhannya pada fase akut.
Mengkaji perkembangan program latihan



Mungkin dibutuhkan pada awal untuk membantu merangsang fungsi defekasi secara teratur.

DIAGNOSA KEPERAWATAN : HARGA DIRI, GANGGUAN.

Dapat dihubungkan dengan : Perubahan biofisik, psikososial, perseptual kognitif.
Kemungkinan dibuktikan oleh : Perubahan aktual dalam struktur fungsi, perasaan negatif tentang tubuh, perasaan putus asa,tidak menyentuh pada bagian tubuh yang sakit.
Hasil yang diharapkan : Bicara dengan orang terdekat tentang situasi dan perubahan yang telah terjadi.
Mengungkapkan penerimaan pada diri sendiri dalam situasi.

TINDAKAN/INTERVENSI RASIONAL
Kaji luasnya gangguan persepsi dan hubungkan dengan derajat gangguan.

Identifikasi arti dari kehilangan



Anjurkan klien untuk mengungkapkan perasaannya.

Catat apakah klien menunjukkan daerah yang sakit

Tekankan keberhasilan yang kecil meskipun mengenai keberhasilan.

Bantu dan dorong kebiasaan berpakaian dan berdandan yang baik.

Kolaborasi
Rujuk pada evaluasi neuropsikogis. Penentuan faktor-faktor secara individual membantu dalam mengembangkan perencana asuhan.
Kadang-kadang klien menerima dan mengatasi gangguan fungsi secara teratur.

Membantu klien mulai memahami perasaan.

Menunjukkan penolakan terhadap bagian tubuh tertentu.

Membantu menurunkan rasa marah.


Membantu meningkatkan rasa harga diri.



Dapat beradaptasi terhadap perubahan peran yang perlu untuk perasaan.



DIAGNOSA KEPERAWATAN : MENELAN, KERUSAKAN, RESIKO TERHADAP

Faktor resiko meliputi : Kerusakan neuromuskuler/ perseptual.
Kemungkinan dibuktikan oleh : -
Hasil yang diharapkan : Mendemonstrasikan metode makan tepat untuk situasi individual dengan aspirasi.
Mempertahankan berat badan yang diinginkan..


TINDAKAN/INTERVENSI RASIONAL
Tinjau ulang patologis kemampuan menelan klien.

Tingkatkan kemampuan untuk dapat melakukan proses menelan yang efektif.

Mempertahankan pemasukan dan haluaran dengan akurat, catat jumlah kalori yang masuk.


Anjurkan untuk berpartisipasi dalam program latihan.


Kolaborasi
Berikan cairan melalui IV atau makanan melalui selang. Intervensi nutrisi makan ditentukan oleh faktor-faktor ini.

Meningkatkan pemasukan nutrisi.


Jika usaha menelan tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan cairan dan makanan maka harus dicarikan metode alternative lain.

Dapat melepaskan pelepasan endorphin dalam otak yang meningkatkan perasaan senang dan meningkatkan nafsu makan.


Mungkin diperlukan untuk memberikan cairan pengganti.


DIAGNOSA KEPERAWATAN : KURANG PENGETAHUAN TENTANG KONDISI DAN PENGOBATAN.

Dapat dihubungkan dengan : Kurang pemajanan.
Keterbatasan kognitif, kesalahan interpretasi informasi, tidak mengenal sumber-sumber informasi.
Kemungkinan dibuktikan oleh : Meminta informasi.
Pernyataan kesalahan informasi.
Hasil yang diharapkan : Berpartisipasi dalam proses belajar.
Mengungkapkan pemahaman tentang kondisi dan aturan terapeutik.
Mulai perubahan gaya hidup yang diperlukan.

TINDAKAN/INTERVENSI RASIONAL
Evaluasi tipe/derajat dari gangguan persepsi sensori.

Diskusikan patologis yang khusus dan kekuatan pada individu.

Diskusikan rencana untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri.


Identifikasi faktor-faktor resiko secara individual.


Rujuk pada rencana pemulihan perawatan dirumah dengan mengunjungi perawat.


Identifikasi sumber-sumber yang ada dimasyarakat.

Rujuk perlunya evaluasi dengan tim ahli rehabilitasi. Defisit mempengaruhi pilihan metode pengajaran.

Membantu dalam membangun harapan yang realitas.

Berbagai tingkat bantuan mungkin diperlukan berdasarkan kebutuhan individual.

Evaluasi dan intervensi dengan cepat menurunkan resiko terjadinya kehilangan fungsi berlanjut.

Lingkungan rumah mungkin memerlukan evaluasi dan modifikasi untuk memenuhi kebutuhan individu.


Meningkatkan kemampuan koping dan meningkatkan penanganan dirumah.

Kerja yang baik pada akhirnya diharapkan meminimalkan adanya gejala sisa penurunan neurologis.


4 Pelaksanaan
Pelaksanan keperawatan (implementasi) didasarkan atas rencana yang telah disusun, akan tetapi disesuaikan dengan situasi, kondisi maupun fasilitas yang tersedia
5 Evaluasi
Asuhan keperawatan dikatakan akan berhasil dengan baik apabila pada saat evaluasi tujuan dan kriteria yang telah ditetapkan berhasil dengan baik. Evaluasi merupakan pengukuran keberhasilan dari rencana perawatan dalam memenuhi kebutuhan klien stroke dengan menilai pencapaian.
 

Selasa, 22 Februari 2011

sel saraf

Sistem saraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi. Sistern ini meliputi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Dalam kegiatannya, saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor dan efektor. Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari dalam tubuh. Efektor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan. Contohnya otot dan kelenjar.
SEL SARAF

Sistem saraf terdiri dari jutaan sel saraf (neuron). Fungsi sel saraf adalah mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsang atau tanggapan.
Struktur Sel Saraf
Setiap neuron terdiri dari satu badan sel yang di dalamnya terdapat sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel keluar dua macam serabut saraf, yaitu dendrit dan akson (neurit).
Dendrit berfungsi mengirimkan impuls ke badan sel saraf, sedangkan akson berfungsi mengirimkan impuls dari badan sel ke jaringan lain. Akson biasanya sangat panjang. Sebaliknya, dendrit pendek.

Gbr. Akson yang diperbesar

Gbr. Struktur Sel Saraf
Setiap neuron hanya mempunyai satu akson dan minimal satu dendrit. Kedua serabut saraf ini berisi plasma sel. Pada bagian luar akson terdapat lapisan lemak disebut mielin yang merupakan kumpulan sel Schwann yang menempel pada akson. Sel Schwann adalah sel glia yang membentuk selubung lemak di seluruh serabut saraf mielin. Membran plasma sel Schwann disebut neurilemma. Fungsi mielin adalah melindungi akson dan memberi nutrisi. Bagian dari akson yang tidak terbungkus mielin disebut nodus Ranvier, yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls.
Berdasarkan struktur dan fungsinya, sel saraf dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu sel saraf sensori, sel saraf motor, dan sel saraf intermediet (asosiasi).
1. Sel saraf sensori

Fungsi sel saraf sensori adalah menghantar impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat, yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet).
2. Sel saraf motor

Fungsi sel saraf motor adalah mengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi, sedangkan aksonnya dapat sangat panjang.
3. Sel saraf intermediet

Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya.
Kelompok-kelompok serabut saraf, akson dan dendrit bergabung dalam satu selubung dan membentuk urat saraf. Sedangkan badan sel saraf berkumpul membentuk ganglion atau simpul saraf.
Gbr. Struktur ganglion gabungan fari badan sel saraf

neuron

1. Dendrite merupakan penjuluran pnedek yang keluar dari badan sel. Berfungsi untuk menghantarkan impuls dari luar sel neuron ke dalam badan sel.
2. Badans sel merupakan bagian neuron yang banyak mengandung cairan sel (sitoplasma) dan terdapatnya nucleus (inti sel). Berfungsi sebagai penerima impuls dari dendrti dan menghantarkannya menuju axon dengan perantaraan sitoplasma.
3. Sitoplasma merupakan cairan pengisi badan sel. Berfungsi untuk mempercepat penyampaian/penghantaran impuls dalam sel.
4. Nucleus merupakan bagian terpenting dari sel.benetuknya akan menyesuaikan bentuk sel. Berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan sel dan pembelahan sel.
5. Axon/neurit merupakan poenjukluran yang panjang yang keluar dari badan sel. Berfungsi untuk menerima impuls dari badan sel dan menghantarkannya ke percabangan axon.
6. Percabangan axon merupakan bagian dari axon yang bercabang-cabang. Berfungsi menerima impuls dari axon.
7. Selubung neurolema/neurilema merupakan selaput tipis yang berda paling luar dari axon. Berfungsi untuk melindungi axon serta memberikan nutrisi pada axon serta regenrasi pada selubung mielin.
8. Selubung myelin merupakan selaput tipis yang berhubungan langsung dengan axon dan terletak setelah selubung neurilema. Berfungsi untuk melindungi axon dan memberikan nutrisi pada axon.
9. Sel Schwann merupakan sel-sel yangterdapat di dalam selubung myelin. Berfungsi untuk memperbaiki sel axon yang rusak/regenerasi.
10. Nodus Ranvier merupakan celah diantara axonyang tidak tertutup oleh selubung neurilema. Berfungsi untuk mempercepat penyampaian impuls ke neuron.

30 rahasia wanita


30 Rahasia Wanita
yang Harus Pria Ketahui

1. Bila seorang wanita mengatakan dia sedang bersedih,tetapi dia tidak
meneteskan airmata,itu berarti dia sedang menangis di dalam hatinya.

2. Bila dia tidak menghiraukan kamu setelah kamu menyakiti hatinya,lebih
baik kamu beri dia waktu untuk menenangkan hatinya sebelum kamu
menegur dengan ucapan maaf.

3. Wanita sulit untuk mencari sesuatu yang dia benci tentang orang yang
paling dia sayang(karena itu banyak wanita yang patah hati bila
hubungannya putus di tengah jalan).

4. Jika sorang wanita jatuh cinta dengan seorang lelaki,lelaki itu akan
sentiasa ada di pikirannya walaupun ketika dia sedang dengan lelaki
lain.

5. Bila lelaki yang dia cintai merenung tajam ke dalam matanya,dia akan
cair seperti coklat!!

6. Wanita memang menyukai pujian tetapi selalu tidak tahu cara menerima
pujian.

7. Jika kamu tidak suka dengan gadis yang menyukai kamu setengah
mati,tolak cintanya dengan lembut,jangan kasar karena ada satu
semangat dalam diri wanita yang kamu tak akan tahu bila dia telah
membuat keputusan,dia akan melakukan apa saja.

8. Jika seorang gadis sedang menjauhkan diri darimu setelah kamu tolak
cintanya,biarkan dia untuk seketika.Jika kamu masih ingin menganggap
dia seorang kawan,cobalah tegur dia perlahan-lahan.

9. Wanita suka meluahkan apa yang mereka rasa.Musik,puisi,lukisan dan
tulisan adalah cara termudah mereka meluahkan isi hati mereka.

10.Jangan sesekali beritahu kepada perempuan tentang apa yang
membuat mereka langsung merasa tak berguna.

11.Bersikap terlalu serius bisa mematikan mood wanita.

12.Bila pertama kali lelaki yang dicintainya sedang diam memberikan
respon positif,misalnya menghubunginya melalui telepon,si gadis akan
bersikap acuh tak acuh seolah-olah tidak berminat,tetapi sebenarnya dia
akan berteriak senang dan tak sampai sepuluh minit,semua teman-
temannya akan tahu berita tersebut.

13.Sebuah senyuman memberi seribu arti bagi wanita.Jadi jangan senyum
sembarangan kepada wanita.

14.Jika kamu menyukai sorang wanita, mulailah dengan
persahabatan.Kemudian biarkan dia mengenalmu lebih dalam.

15.Jika sorang wanita memberi seribu satu alasan setiap kali kamu ajak
keluar,tinggalkan dia karena dia memang tak berminat denganmu.

16.Tetapi jika dalam waktu yang sama dia menghubungimu atau
menunggu panggilan darimu,teruskan usahamu untuk memikatnya.

17.Jangan sesekali menebak apa yang dirasakannya.Tanya dia sendiri!!

18.Setelah sorang gadis jatuh cinta,dia akan sering bertanya-tanya
mengapa aku tak bertemu lelaki ini lebih awal.

19.Kalau kamu masih mencari-cari cara yang paling romantis untuk
memikat hati sorang gadis,bacalah buku-buku cinta.

20.Bila setiap kali melihat foto bersama,yang pertama dicari oleh wanita
ialah siapa yang berdiri di sebelah buah hatinya,kemudian barulah
dirinya sendiri.

21.Mantan pacarnya akan selalu ada di pikirannya tetapi lelaki yang
dicintainya sekarang akan berada di tempat teristimewa di hatinya!!

22.Satu ucapan 'Hi' saja sudah cukup menceriakan harinya.

23.Teman baiknya saja yang tahu apa yang sedang dia rasa dan lalui.

24.Wanita paling benci lelaki yang berbaik-baik dengan mereka semata-
mata untuk menggaet kawan mereka yang paling cantik.

25.Cinta berarti kesetiaan, jujur dan kebahagiaan tanpa syarat.

26.Semua wanita menginginkan seorang lelaki yang dicintainya dengan
sepenuh hati..

27.Senjata wanita adalah airmata!!

28.Wanita suka jika sesekali orang yang disayanginya memberi surprise
buatnya(hadiah,bunga atau sekadar kata-kata romantis).Mereka akan
terharu dan merasakan bahwa dirinya dicintai setulus hati.Dengan ini dia
tak akan ragu-ragu terhadapmu.

29.Wanita mudah jatuh hati pada lelaki yang perhatian padanya dan baik
terhadapnya.So,kalau mau memikat wanita pandai-pandailah..

30. Sebenarnya mudah mengambil hati wanita kerena apa yang dia mau
hanyalah perasaan dicintai dan disayangi sepenuh jiwa.

begitulah wanita..


kelistrikan pada jantung


AKTIFITAS KELISTRIKAN JANTUNG
Kontraksi sel otot jantung terjadi oleh adanya potensial aksi yang dihantarkan sepanjang
membrane sel otot jantung. Jantung akan berkontraksi secara ritmik, akibat adanya
impuls listrik yang dibangkitkan oleh jantung sendiri: suatu kemampuan yang disebut
“autorhytmicity”. Sifat ini dimiliki oleh sel khusus otot jantung. Terdapat dua jenis
khusus sel otot jantung, yaitu: sel kontraktil dan sel otoritmik. Sel kontraktil melakukan
kerja mekanis, yaitu memompa dan sel otoritmik mengkhususkan diri mencetuskan dan
menghantarkan potensial aksi yang bertanggung jawab untuk kontraksi sel-sel pekerja.
Berbeda dengan sel saraf dan sel otot rangka yang memiliki potensial membrane istirahat
yang mantap. Sel-sel khusus jantung tidak memiliki potensial membrane istirahat. Sel-sel
ini memperlihatkan aktivitas “pacemaker” (picu jantung), berupa depolarisasi lambat
yang diikuti oleh potensial aksi apabila potensial membrane tersebut mencapai ambang
tetap. Dengan demikian, timbulkah potensial aksi secara berkala yang akan menyebar ke
seluruh jantung dan menyebabkan jantung berdenyut secara teratur tanpa adanya
rangsangan melalui saraf.
Mekanisme yang mendasari depolarisasi lambat pada sel jantung penghantar khusus
masih belum diketahui secara pasti. Di sel-sel otoritmik jantung, potensial membaran
tidak menetap antara potensia-potensial aksi. Setelah suatu potensial aksi, membrane
secara lambat mengalami depolarisasi atau bergeser ke ambang akibat inaktivitasi saluran
K+. pada saat yang sama ketika sedikit K+ ke luar sel karena penurunan tekanan K+ dan
Na+, yang permeabilitasnya tidak berubah, terus bocor masuk ke dalam sel. Akibatnya,
bagian dalam secara perlahan menjadi kurang negative; yaitu membrane secara bertahap
mengalai depolarisasi menuju ambang. Setelah ambang tercapai, dan saluran Ca++
terbuka, terjadilah influks Ca++ secara cepat, menimbulkan fase naik dari potensial aksi
spontan. Fase saluran K+. inaktivitasi saluran-saluran ini setelah potensial aksi usai
menimbulkan depolarisasi lambat berikutnya mencapai ambang.
Sel-sel jantung yang mampu mengalami otoritmisitas ditemukan di lokasi-lokasi berikut:
1.
Nodus sinoatrium (SA), daerah kecil khusus di dinding atrium kanan dekat lubang vena
kava superior.
2.
Nodus atrioventrikel (AV), sebuah berkas kecil sel-sel otot jantung khusus di dasar
atrium kanan dekat septum, tepat di atas pertautan atrium dan ventrikel.
3.
Berkas HIS (berkas atrioventrikel), suatu jaras sel-sel khusus yang berasal dari nodus AV
dan masuk ke septum antar ventrikel, tempat berkas tersebut bercabang membentuk
berkas kanan dan kiri yang berjalan ke bawah melalui seputum, melingkari ujung bilik
ventrikel dan kembali ke atrium di sepanjang dinding luar.
4.
Serat Purkinje, serat-serta terminal halus yang berjalan dari berkas HIS dan menyebar ke
seluruh miokardium ventrikel seperti ranting-ranting pohon.
Berbagai sel penghantar khusus memiliki kecepatan pembentukkan impuls spontan yang
berlainan. Simpul SA memiliki kemampuan membentuk impuls spontan tercepat. Impuls
ini disebarkan ke seluruh jantung dan menjadi penentu irama dasar kerja jantung,
sehingga pada keadaan normal, simpul SA bertindak sebagai picu jantung. Jaringan
penghantar khusus lainnya tidak dapat mencetuskan potensial aksi intriksiknya karena
sel-sel ini sudah diaktifkan lebih dahulu oleh potensial aksi yang berasal dari simpul SA,
sebelum sel-sel ini mampu mencapai ambang rangsangnya sendiri.
Urutan kemampuan pembentukkan potensial aksi berbagai susunan penghantar khusus
jantung yaitu:
*Nodus SA (pemacu normal) : 60-80 kali per menit
*Nodus AV : 40-60 kali per menit
*Berkas His dan serat purkinje : 20-40 kali per menit
penjelasan gambar di atas..
Penyebaran eksitasi jantung dikoordinasi untuk memastikan agar pemompaan efisien.
Penyebaran ini dimulain dengan adanya potensial aksi secara spontan pada simpul SA.
Potensial aksi berjalan dengan cepat menyebar di kedua atrium. Penyebaran impuls
tersebut dipermudah oleh dua jalur penghantar, yaitu jalur antaratrium dan antarnodus.
Dengan jalur antarnodus, impuls kemudian menyebar ke berkas AV, yaitu satu-satunya
titik tempat potensial aksi dapat menyebar dari atrium ke dalam ventrikel. Akan tetapi
karena susunan khusus sistem penghantar dari atrium ke dalam ventrikel, terdapat
perlambatan yang lebih dari 1/10 detik antara jalan impuls jantung dari atrium ke dalam
ventrikel. Penyebab melambatnya penghantaran impuls tersebut dikarenakan tipisnya
serat di daerah ini dan konsentrasi taut selisih yang rendah. Taut selisih itu sendiri
merupakan mekanisme komunikasi antar sel yang mempermudah konduksi impuls. Hal
ini memungkinkan atrium berkontraksi mendahului ventrikel untuk memompakan darah
ke dalam ventrikel sebelum kontraksi ventrikel yang sangat kuat. Jadi, atrium bekerja
sebagai pompa primer bagi ventrikel, dan ventrikel kemudian menyediakan sumber
tenaga utama bagi pergerakan darah melalui sistem vaskular. Dari nodus AV. Potensial
aksi menyebar cepat ke seluruh ventrikel, diperlancar oleh sistem penghantar ventrikel
khusus yang terdiri dari berkas His dan serat-serat purkinje.
referensi:
* Sherwood. Fisiologi Manusia. EGC
* Guyton, Hall. Fisiologi Kedokteran. EGC
* Ganong. Fisiologi Kedokteran.

potensial aksi

Neuroscience For Kids

Lights, Camera, Action Potential Lights, Camera, Potensi Aksi

This page describes how neurons work. Halaman ini menjelaskan cara neuron bekerja. I hope this explanation does not get too complicated, but it is important to understand how neurons do what they do. Saya harap penjelasan ini tidak terlalu rumit, tetapi penting untuk memahami bagaimana neuron melakukan apa yang mereka lakukan. There are many details, but go slow and look at the figures. Ada banyak rincian, tapi pergi lambat dan melihat angka.
cumi-cumi Much of what we know about how neurons work comes from experiments on the giant axon of the squid. Banyak dari apa yang kita ketahui tentang bagaimana neuron bekerja berasal dari percobaan pada akson cumi raksasa tersebut. This giant axon extends from the head to the tail of the squid and is used to move the squid's tail. Akson raksasa ini memanjang dari kepala ke ekor cumi-cumi dan digunakan untuk memindahkan ekor cumi-cumi itu. How giant is this axon? Bagaimana akson raksasa ini? It can be up to 1 mm in diameter - easy to see with the naked eye. Ini bisa sampai 1 mm - mudah untuk melihat dengan mata telanjang.
Neurons send messages electrochemically . Neuron mengirim pesan elektrokimia. This means that chemicals cause an electrical signal. Ini berarti bahwa bahan kimia menyebabkan sinyal listrik. Chemicals in the body are "electrically-charged" -- when they have an electrical charge, they are called ions. The important ions in the nervous system are sodium and potassium (both have 1 positive charge, +), calcium (has 2 positive charges, ++) and chloride (has a negative charge, -). Bahan kimia dalam tubuh adalah "elektrik-diisi" - mereka memiliki listrik, muatan mereka disebut ion. Ketika The ion penting dalam sistem saraf adalah natrium dan kalium (keduanya memiliki 1 muatan positif, +), kalsium (memiliki 2 positif biaya, + +) dan klorida (memiliki muatan negatif, -). There are also some negatively charged protein molecules. Ada juga beberapa molekul protein bermuatan negatif. It is also important to remember that nerve cells are surrounded by a membrane that allows some ions to pass through and blocks the passage of other ions. Hal ini juga penting untuk diingat bahwa sel-sel saraf dikelilingi oleh membran yang memungkinkan beberapa ion untuk melewati dan blok bagian ion lainnya. This type of membrane is called semi-permeable . Jenis membran yang disebut semi-permeable.

Resting Membrane Potential Istirahat Potensial Membran

When a neuron is not sending a signal, it is "at rest." Ketika neuron tidak mengirim sinyal, itu adalah "saat istirahat." When a neuron is at rest, the inside of the neuron is negative relative to the outside. Ketika neuron adalah di istirahat, bagian dalam neuron relatif negatif ke luar. Although the concentrations of the different ions attempt to balance out on both sides of the membrane, they cannot because the cell membrane allows only some ions to pass through channels (ion channels). Meskipun konsentrasi ion-ion yang berbeda berusaha untuk menyeimbangkan keluar pada kedua sisi membran, mereka tidak bisa karena selaput sel memungkinkan hanya beberapa ion untuk melewati saluran (saluran ion). At rest, potassium ions (K + ) can cross through the membrane easily. Saat istirahat, ion kalium (K +) dapat menyeberang melalui membran mudah. Also at rest, chloride ions (Cl - )and sodium ions (Na + ) have a more difficult time crossing. Juga saat istirahat, ion klorida (Cl -) dan ion natrium (Na +) memiliki lebih banyak waktu yang sulit melintasi. The negatively charged protein molecules (A - ) inside the neuron cannot cross the membrane. Molekul protein bermuatan negatif (A -) di dalam neuron tidak dapat menyeberangi membran. In addition to these selective ion channels, there is a pump that uses energy to move three sodium ions out of the neuron for every two potassium ions it puts in. Finally, when all these forces balance out, and the difference in the voltage between the inside and outside of the neuron is measured, you have the resting potential . Selain saluran ion selektif, ada pompa yang menggunakan energi untuk memindahkan tiga ion natrium keluar dari neuron untuk setiap dua ion kalium menempatkan masuk Akhirnya, ketika semua keseimbangan kekuatan keluar, dan perbedaan tegangan antara di dalam dan di luar neuron diukur, Anda memiliki potensial istirahat. The resting membrane potential of a neuron is about -70 mV (mV=millivolt) - this means that the inside of the neuron is 70 mV less than the outside. Potensi istirahat membran neuron adalah sekitar -70 mV (mV = millivolt) - ini berarti bahwa bagian dalam neuron adalah 70 mV kurang dari luar. At rest, there are relatively more sodium ions outside the neuron and more potassium ions inside that neuron. Saat istirahat, ada relatif ion natrium lebih luar neuron dan ion kalium lebih dalam neuron itu.

Action Potential Aksi Potensi

The resting potential tells about what happens when a neuron is at rest. Potensi istirahat bercerita tentang apa yang terjadi bila neuron sedang beristirahat. An action potential occurs when a neuron sends information down an axon, away from the cell body. Sebuah potensial aksi terjadi ketika neuron mengirimkan informasi ke akson, jauh dari sel tubuh. Neuroscientists use other words, such as a "spike" or an "impulse" for the action potential. Ilmuwan syaraf menggunakan kata-kata lain, seperti "spike" "impuls" atau untuk potensial aksi. The action potential is an explosion of electrical activity that is created by a depolarizing current . Potensi aksi ledakan aktivitas listrik yang dibuat oleh depolarizing saat ini. This means that some event (a stimulus) causes the resting potential to move toward 0 mV. Ini berarti bahwa beberapa peristiwa (stimulus) menyebabkan potensi istirahat untuk bergerak menuju 0 mV. When the depolarization reaches about -55 mV a neuron will fire an action potential. Ketika depolarisasi mencapai sekitar -55 mV neuron akan menjalankan suatu potensial aksi. This is the threshold . Ini adalah ambang pintu. If the neuron does not reach this critical threshold level, then no action potential will fire. Jika neuron tidak mencapai tingkat ambang kritis, maka tidak ada potensial aksi akan api. Also, when the threshold level is reached, an action potential of a fixed sized will always fire...for any given neuron, the size of the action potential is always the same. Juga, ketika tingkat ambang tercapai, suatu potensial aksi yang tetap berukuran akan selalu api ... untuk setiap neuron yang diberikan, ukuran potensial aksi selalu sama. There are no big or small action potentials in one nerve cell - all action potentials are the same size. Tidak ada potensi tindakan besar atau kecil dalam satu sel syaraf - semua potensi tindakan adalah ukuran yang sama. Therefore, the neuron either does not reach the threshold or a full action potential is fired - this is the "ALL OR NONE" principle. Oleh karena itu, baik neuron tidak mencapai ambang atau potensial aksi penuh dipecat - ini adalah "SEMUA ATAU NONE" prinsip.
Action potentials are caused by an exchange of ions across the neuron membrane. Aksi potensi disebabkan oleh pertukaran ion melewati membran neuron. A stimulus first causes sodium channels to open. Sebuah stimulus pertama menyebabkan saluran natrium untuk membuka. Because there are many more sodium ions on the outside, and the inside of the neuron is negative relative to the outside, sodium ions rush into the neuron. Karena ada ion natrium lebih banyak lagi di luar, dan bagian dalam neuron negatif relatif ke luar, ion natrium buru-buru ke neuron. Remember, sodium has a positive charge, so the neuron becomes more positive and becomes depolarized. Ingat, natrium memiliki muatan positif, sehingga neuron menjadi lebih positif dan menjadi depolarized. It takes longer for potassium channels to open. Perlu waktu lebih lama untuk saluran kalium untuk membuka. When they do open, potassium rushes out of the cell, reversing the depolarization. Ketika mereka membuka, kalium bergegas keluar dari sel, membalikkan depolarisasi. Also at about this time, sodium channels start to close. Juga pada sekitar saat ini, saluran natrium mulai dekat. This causes the action potential to go back toward -70 mV (a repolarization). Hal ini menyebabkan tindakan potensi untuk kembali ke -70 mV (repolarisasi a). The action potential actually goes past -70 mV (a hyperpolarization) because the potassium channels stay open a bit too long. Potensial aksi benar-benar pergi melampaui -70 mV (hyperpolarization a) karena saluran kalium tetap terbuka agak terlalu lama. Gradually, the ion concentrations go back to resting levels and the cell returns to -70 mV. Secara bertahap, konsentrasi ion kembali ke tingkat sel beristirahat dan kembali ke -70 mV.

bagian otak dan fungsinya


Otak besar merupakan pusat pengendali kegiatan tubuh yang disadari. Otakbesar dibagi menjadi dua belahan, yaitu belahan kanan dan belahan kiri Masing-masing belahan pada otak tersebut disebut hemister. Otak besar belahan kanan mengatur dan mengendalikan kegiatan tubuh sebelah kiri, sedangkan otak belahan kiri mengatur dan mengendalikan bagian tubuh sebelah kanan.
Otak kecil terletak di bagian belakang otak besar, tepatnya di bawah otak besar. Otak kecil terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan luar berwarna kelabu dan lapisan dalam berwarna putih. Otak kecil dibagi menjadi dua bagian, yaitu belahan kiri dan belahan kanan yang dihubungkan oleh jembatan varol. Otak kecil berfungsi sebagai pengatur keseimbangan tubuh dan mengkoordinasikan kerja otot ketika seseorang akan melakukan kegiatan.
Batang otak tersusun dari medula oblangata, pons, dan otak tengah. Batang otak terletak di depan otak kecil, di bawah otak besar, dan menjadi penghubung antara otak besar dan otak kecil. Batang otak disebut dengan sumsum lanjutan atau sumsum penghubung. Batang otak terbagi menjadi dua lapis, yaitu lapisan dalam dan luar berwarna kelabu karena banyak mengandung neuron. Lapisan luar berwarna putih, berisi neurit dan dendrit. Fungsi dari batang otak adalah mengatur refleks fisiologis, seperti kecepatan napas, denyut jantung, suhu tubuh, tekanan, darah, dan kegiatan lain yang tidak disadari